Kamis, 19 November 2020

POSITIPNYA ORANG NDABLEG

 


-        Patuh pada Peraturan yang Berlaku,

Kekuatan dablek yang positip dapat membawa seseorang mentaati peraturan yang berlaku. Ia tidak terpengaruh oleh keadaan dan situasi lingkungan yang sudah amburadul. Ia akan tetap mempertahankan saikapnya dengan baik. Ia memiliki prinsip kuat untuk menegakkan kebenaran. Baginya ukuran kebenaran adalah bila perbuatan yang dilakukan tidak melanggar peraturan.

Orang yang sudah biasa mematuhi peraturan akan merasa resah bila ia melanggar aturan yang berlaku. Ia tidak bisa dablek seperti orang lain. Tapi ia dablek dengan caranya sendiri yakni bersikukuh untuk tetap patuh aturan. Inilah dablek yang positip.

-        Taat menjalankan Perintah sesual Ketentuan

Peraturan dibuat untuk kebaikan bersama. Tidak mungkin peraturan dibuat sepihak seingga merugikan pihak lain. Atau peraturan  sengaja dibuat untuk merugikan rakyat. Itu namanya mendholimi rakyat.

Setelah peraturan dibuat, maka harus dilaksanakan dengan sebaik baiknya. Dalam hal ini peraturan yang harus kita laksanakan tidak hanya peraturan negara namun juga peraturan agama. Bahkan kita wajib lebih memperhatikan pelaksanaan peraturan agama sekalipun tidak ada orang lain yang mengejar atau memaksa kita agar malaksanakannya.

Orang yang dablek yang mengikuti ajakan syetan tentu tidak mau melakukan hal tersebut. Hanya orang yang mendapat hidayahlah yang sanggup melaksanakannya. Hidayah memang jangan sampai ditunggu, namun diupayakan sehingga kita menjadi orang yang bermanfaat.

Kita nanti pasti akan dibenci syetan dan dianggap dablek oleh mereka ketika kita dapat patuh menjalanklan perintah agama, namun  bukankah itu lebih baik.

-        Penurut dan Pengikut kebaikan yang Setia,

Orang yang penurut atau patuh pada peraturan memang kelihatan lemah dan tidak berdaya. Ia terkadang dianggap tidak layak menjadi pimpinan karena hanya dianggap tidak kreatip dan penakut. Namun maksudya bukanlah demikian, orang yang penurut yang dibenci syetan adalah orang yang mengikuti kata hati nurani, atau penurut pada sesuatu yang mengajak kebenaran dan kebaikan, bukan hanya apa-apa mau atau menjadi yes man.

Seorang pengikut kebaikan yang setia biasanya malah banyak teman, karena dianggap suka membantu dan meramal. Ia membantu tanpa pamrih penuh keikhlasan dan hanya mencari keridhoan Tuhan. Ia juga gemar beramal karena ia yakin dengan beramal kesehatan dan hartanya akan terjaga.

Syetan membencinya dan menganggap dablek dirinya.

-         Santun kepada Orang Lain ,

Sikap sopan dan santun kepada orang lain di setiap tempat dan waktu sekarang sudah makin terkikis. Anak kepada orang tua mestinya menaruh hormat dengan menghargai dan santun kepadanya. Sayangnya jarang yang mengajarkan tata cara sopan santun (tata krama) seorang anak kepada orang tua. Pelajaran di sekolah juga kurang dapat menjangkau masalah ini sehingga anak belajar dari lingkungannya padahal lingkungan yang ada sudah banyak tercemar.

Sikap sopan santun, setahu saya, masih dipelihara di ponodok pesantren. Di sana diajarkan bagaimana seorang anak muda kepada seniornya atau orang yang lebih tua, bagaimana harus menghormati tetangganga dan bagaimana berlaku santun kepada para kiyai maupun gurunya.

Dalam berlaku sopan dan santun ini ada satu panutan yang tidak ada tandingannya dan harus dicontoh yakni sopan santun ala Rasululloh.

Biarlah dikatakan kolot atau dablek karena berlaku sopan santun kepada sesama namun hal itu sangat mulia di hadapan Tuhan.



-         Berbudi pekerti luhur

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia terbitan Balai Pustaka pada halaman 131 disebutkan bahwa berbudi artinya mempunyai budi, bijaksana, berakal, berkelakuan baik, murah hati, baik hati.

Sedangkan luhur berarti tinggi atau mulia. Jadi seorang yang memiliki budi luhur berarti ia dapat memuliakan orang lain. Dalam memuliakan orang lain  tentu tidak harus mengorbankan dirinya tetapi menempatkan orang lain pada posisi yang sebenarnya.

Seseorang yang memiliki budi luhur juga memiliki kelakuan yang baik, ia memiliki kepedulian dengan orang lain. Ia tidak tega ketika orang lain celaka atau menjumpai kesulitan. Sekarang jarang ada orang yang sedemikian sebab sekarang jamannya jaman ‘SMS’ yakni Senang Melihat orang Susah dan Susah Melihat orang Senang.

Orang yang berbudi baik akan berpikir bagaimana saya dapat membantu dan bermanfaat bagi orang lain bukan bagaimana saya dapat memanfaatkan orang lain untuk kejayaan pribadinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar